JAKARTA - Indonesia dan Sri Lanka sepakat untuk menetapkan target volume perdagangan sebesar USD 1 miliar dapat dicapai di tahun 2015 mendatang. Kesepakatan ini adalah salah satu hasil dari pertemuan pertama Komisi Bersama Indonesia–Srilanka di Colombo.
"Indonesia dan Srilanka akan terus memperluas hubungan kerja sama kedua negara ke berbagai sektor yang dapat membawa manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan rakyat," ungkap menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/1/2012)
Di samping kesepakatan ini, Komisi Bersama Indonesia-Sri Lanka juga telah mengidentifikasi berbagai bidang kerjasama yang dapat ditingkatkan seperti pertanian (kelapa sawit dan teh), pariwisata, kebudayaan, pendidikan, serta kerja sama teknik.
"Indonesia terus berkomitmen memberikan bantuan kerjasama teknik bagi peningkatan kapasitas Sri Lanka di sektor-sektor yang menjadi prioritas pembangunannya. Di tahun ini sendiri, Indonesia telah merencanakan program pelatihan di sektor agroindustri, khususnya buah-buahan dan sayuran, serta perikanan," lanjut dia.
Komisi Bersama juga menyepakati penyelenggaraan Forum Bisnis Indonesia–Sri Lanka di Colombo pada semester kedua tahun ini. Langkah ini diyakini akan mendekatkan sektor swasta kedua negara, dan memfasilitasi tersedianya informasi terkait potensi perdagangan dan investasi yang ada di kedua negara.
"Kedua menlu juga menandatangani dua nota kesepahaman mengenai kerja sama kebudayaan dan kerja sama pelatihan diplomatik antara Kementerian Luar Negeri kedua negara," tandasnya (gna)
(Rani Hardjanti)