"PGN Jangan Pentingkan Ego Corporate"

Saugi Riyandi, Jurnalis
Rabu 01 Februari 2012 14:22 WIB
Logo PGN. (Foto: Dok PGN)
Share :

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dinilai hanya mementingkan ego corporate dan keuntungan finansial terkait usulan terminal LNG Arun dijadikan buffer stock atau depo nasional.

"Begini ya, kalau dijual itu hitungan keuntungan finansial. Kita itu butuh ketahanan energi. Jangan cuma mementingkan ego corporate-nya. Sekarang begini, siapa sih yang mau bangun Arun itu? Kan Pertamina, kenapa PGN ikut campur. Kalau mau, PGN ubah Arun saja dan buat buffer stock saja," tegas Pengamat Energi Pri Agung Rakhmanto kepada okezone di Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Menurutnya awal prinsipnya adalah terminal Arun tersebut tetap bermanfaat bagi ketahanan energi nasional agar tidak terbengkalai dan hanya menjadi besi-besi tua. "Sekarang pemerintah menghitung dulu berapa besar kebutuhan gas untuk Medan dan Aceh," katanya.

Dirinya mengatakan lebih baik terminal LNG Arun tersebut dimanfaatkan untuk regasifikasi LNG karena negara Indonesia memiliki gas yang banyak dan harus dimanfaatkan sebanyak mungkin.

"Bukan begitu, kalau buffer stock itu gasnya buat siapa kita kan punya banyak gas terus enggak dimanfaatkan begitu. Sekarang itu lebih penting membuat regasifikasi untuk memanfaatkan LNG. Untuk apa punya banyak gas ketimbang tidak bisa dimanfaatkan. Kalau mau Arun itu bisa digunakan sebagai regasifikasi dan buffer stock, kan sama-sama mengubah," pungkasnya.

Sebelumnya, PGN mengatakan lebih baik Terminal LNG Arun dimanfaatkan untuk depo nasional bukan untuk kegiatan perekonomian di Aceh dan Sumatera Utara.

"Itu bisa disimpan di Arun, ini bisa jadi buffer stock energi nasional, Arun adalah untuk kepentingan nasional, menurut kami tidak perlu dikaitkan dengan kegiatan ekonomi di wilayah Sumut," ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya