JK: BBM Rp6.000/Liter, Tidak Bisa Beli, di Rumah Saja!

Yuni Astutik, Jurnalis
Kamis 02 Februari 2012 11:05 WIB
Ilustrasi. Foto: Dok. Okezone
Share :

JAKARTA - Berbicara mengenai pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM ) bersubsidi seakan tidak ada habisnya. Beberapa kalangan menilai pembatasan tidak efektif, bahkan dikhawatirkan bisa memicu keributan.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, angkat bicara soal kisruh harga BBM yang belum juga ada kepastian, mengingat implementasi akan dilakukan April mendatang.

"Pembatasan? Bisa berkelahi nanti," kata JK saat ditemui seusai memberi sambutan dalam Economy and Capital Market Outlook di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Dia menilai, hal yang paling mudah adalah mengembalikan harga BBM bersubsidi ke harga asal. "Dulu Rp6.000 mampu. Di Timor-Timur Rp10 ribu. Kalau Anda merasa tidak mampu, tinggal saja di rumah," katanya disambut tawa wartawan.

Selain itu, dia menilai kebijakan konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) sangat tidak realistis apabila diberlakukan tahun ini. "Semua bisa dilakukan asal kerja keras. Kalau (konversi) tahun ini, tidak realistis. SPBG tidak ada, Converter tidak ada," jelasnya.

Seperti diketahui, guna menekan angka subsidi pada energi, maka pemerintah berencana melakukan pembatasan BBM bersubsidi pada kendaraan roda empat. Dengan adanya pembatasan tersebut, maka mobil pribadi berpelat hitam wajib menggunakan BBM nonsubsidi alias pertamax. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya