36 Perusahaan Migas Tak Bisa Penuhi Target

Saugi Riyandi, Jurnalis
Kamis 02 Februari 2012 13:24 WIB
Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
Share :

JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan ada 36 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang belum mencapai target yang telah ditetapkan dalam APBN 2012.

"Ada 36 KKKS yang belum mencapai target APBN 2012 dalam status 31 Januari 2012," ujar Kepala BP Migas R Priyono yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Dirinya mengatakan target APBN 2012 sebesar 817.423 barel per hari (Bph) dan realisasinya 739.491 bph. "Dan kekurangan terhadap APBN 2012 mencapai 77.932 bph," tegasnya.

Priyono mengungkapkan Total E&P Indonesie yang paling tinggi kekurangannya yaitu 13.600 bph dengan target 85.800 bph dan realisasinya hanya mencapai 72.200 bph. "PHE WMO juga belum mencapai target 23 ribu bph dengan realisasi 11.175 bph dan kekurangannya mencapai 11.825 bph," ungkapnya.

PT Pertamina EP, lanjut dia, juga belum memenuhi target yang telah ditetapkan sebesar 135 ribu bph dengan realisasi sebesar 123.879 bph dan kekurangannya 11.121 bph.

"Lalu CNOOC SES Ltd dengan target APBN 2012 sebesar 38 ribu bph dan realisasinya hanya 32.411 sehingga kekurangannya mencapai 5.589 bph," tegasnya.

Kemudian, tambah Priyono, Chevron Pacific Ind juga belum memenuhi target yang telah ditetapkan sebesar 357.200 bph dengan realisasi 352.727 bph dan kekurangan 4.473 bph.
"Medco Tomori Sulawesi targetnya 4.760 bph dengan realisasi sebesar 1.427 bph dan kekurangannya mencapai 3.333 bph," jelasnya.

Dirinya menegaskan KKKS lainnya yang belum mencapai target adalah PT Sele Raya, PT Sumatera Persada Energi, Star Energy (Kakap) Ltd, ConocoPhillips (Grissik) Ltd dan ada 26 KKKS lainnya. "Kami telah melayangkan teguran kepada seluruh KKKS yang tidak capai target," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya