JAKARTA - Perekonomian Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan. Salah satunya karena turunnya spread Credit Default Swap (CDS).
"Indonesia lagi naik daun. CDS spread semakin tinggi angkanya semakin tinggi preminya. Indonesia CDS lebih murah dari Italia dan Prancis. Berarti orang anggap Indonesia default-nya sama dengan Prancis," kata Presiden Direktur Syailendra Capital Jos Parengkuan dalam paparannya di Economy and Capital Market Outlook di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Sebagaimana diketahui, Indonesia Bonds Price Agency (IBPA) kemarin mengungkapkan jika keputusan KTT Uni Eropa yang akan menyepakati restrukturisasi utang Yunani dan akan difinalkan pada pekan ini meredakan kekhawatiran pasar.
Hal tersebut berimbas pada turunnya risiko domestik seperti tercermin dari turunnya CDS spread Indonesia dengan tenor lima tahun. "Spread Indonesia turun ke level 177,715 atau turun minus 5,9 basis poins (bps)," kata Corporate Secretary IBPA Tumpal Sihombing.
(Widi Agustian)