Kadin: "Biaya Siluman" Gerus Upah Buruh

Saugi Riyandi, Jurnalis
Jum'at 03 Februari 2012 14:23 WIB
Ilustrasi. (Foto: okezone)
Share :

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan adanya biaya terselubung sehingga menekan upah yang diterima para buruh.

"Biaya-biaya siluman yang membuat pembiayaan jadi mahal. Itu dampaknya kepada buruh juga," ujar Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi Kadin Didik J Rachbini yang ditemui dalam diskusi ketenagakerjaan, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/2/2012).

Dirinya mengatakan bahwa harus ada upaya yang harus dilakukan guna meredam kemarahan para serikat kerja terkait upah buruh. Salah satunya peningkatan kinerja industri yang ada di Indonesia.

"Pemerintah juga bisa membuat kebijakan di sekitar industri, seperti pengadaan Jamkesmas, Jamkesda, Raskin, dan semacamnya," tegasnya.

Dirinya menambahkan, pemerintah seharusnya menciptakan dan mendorong para pengusaha baru di Indonesia karena akan berdampak kepada perluasan dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

"Kami akan dorong berbagai pihak untuk mampu menciptakan lapangan kerja, termasuk instansi pendidikan agar tidak hanya memberikan ilmu, tapi mengajarkan menjadi wirausaha," jelasnya.

Selain itu, Didik menegaskan biaya siluman yang menggerogoti kinerja perusahaan harus bisa diselesaikan dengan baik. Pasalnya, hal itu berdampak kepada pelemahan perusahaan dan juga kepada upah buruh yang diterima.

"Kan jadi turun. Itu karena siluman-siluman itu. Pertama yang harus diselesaikan diinstansi kepolisian. Riset kami menunjukan di kepolisian biaya siluman itu sangat besar, mencapai 48 persen," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya