TANGERANG - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memutuskan menambah 61 armada baru hingga 2016. Dengan adanya penambahan tersebut, maka rencana kepemilikian armada Garuda bertambah menjadi 97 pesawat dari semula 36 pesawat.
Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan, pengembangan armada ini merupakan langkah Garuda untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan baik domestik maupun internasional.
Adapun penambahan armada secara rinci adalah Boeing 737-800 NG dari rencana sebelumnya 10 unit menjadi 20 unit. Boeing 777 ER tetap 10 unit. A330-200 dari sebelumnya enam unit menjadi 24 unit atau Airbus Family lainnya. Pesawat tipe narrow-body untuk Citilink dari sebelumnya lima unit menjadi 25 unit. Pesawat tipe Sub-100 dari sebelumnya lima unit menjadi 18 unit atau pesawat lain sejenisnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, hingga 2015 mendatang Garuda akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat terdiri dari 24 A330, sembilan B777, 85 B737-800NG, 50 A320 untuk Citilink, 25 pesawat sub-100, dan tiga pesawat Cargo (freighter).
Emir melanjutkan, penambahan jumlah pembelian pesawat tersebut memakan 80 persen hasil Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp3,18 triliun.
"Realisasi armada dari dana IPO baru Rp1,15 triliun dan sisanya Rp1,39 triliun untuk dana realisasi armada yang belum direalisasikan untuk armada," jelas dia dalam acara konferensi pers RUPSLB PT Garuda Indonesia, di Garuda City, Cengkareng, Jakarta, Jumat (3/2/2012).
Dia menjelaskan, rencana tersebut dilakukan perseroan seiring tingginya peningkatan jumlah penumpang yang signifikan, baik di pasar domestik maupun international dan juga pengembaangan armada tersebut juga merupakan baagian dari program pengembangan efisiensi perusahaan. (mrt)
(Rani Hardjanti)