BTDC Garap Kawasan Wisata Mandalika di Lombok

J Erna, Jurnalis
Minggu 05 Februari 2012 13:49 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar pada tahun ini.

“Dana hasil penerbitan obligasi, sebagian akan digunakan perseroan untuk pengembangan kawasan wisata Mandalika,” kata Deputi Menteri BUMN bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto mengatakan, di Jakarta Sabtu (4/2/2012) malam.

Lebih lanjut dia menjelaskan, manajemen BTDC dan pemegang saham akan melakukan pembahasan mendalam mengenai waktu dan pelaksana penjamin emisi obligasi BTDC pada hari ini. Menurut dia, penerbitan obligasi oleh BTDC tersebut dilakukan untuk pembiayaan pembangunan kawasan wisata Mandalika di Kuta, Lombok Tengah, NTB. 

BTDC beberapa waktu lalu, sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan kontruksi, diantaranya PT Global Land Development, PT Gobel Indonesia dan PT Canvas Development untuk pengembangan kawasan wisata terpadu tersebut.

Global Land berencana mengisi kawasan wisata tersebut dengan taman terpadu, berupa disneyland, taman bawah air dan taman teknik. Global Land juga akan melengkai dengan ruang pleno untuk penyelenggaraan konser dan pelabuhan laut untuk kapal pesiar maupun pesawat laut.

Sementara, Gobel Indonesia akan membangun sejumlah fasilitas teknologi ramah lingkungan, seperti pengolahan air, pengelolaan air limbah, solar system dan kegiatan ramah lingkungan lain. Gobel juga akan membangun hotel, vila dan high end resort di sebagian kawasan wisata tersebut. Sedangkan, Canvas Development akan membangun dan mengembangkan hotel, vila dan high end resort di Tanjung Ann.

Pengembangan kawasan wisata pantai ini diperkirakan memerlukan waktu penyelesaian selama 10 tahun. Adapun pembiayaan untuk pembangunan kawasan wisata pantai seluas 1.175 hektar (ha) tersebut mencapai USD3 miliar. “Untuk tahap awal sampai 2014 dikerjakan BTDC,” imbuhnya.

Deputi Menteri BUMN bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djajanto sebelumnya mengungkapkan, akan ada sekitar tiga BUMN yang menerbitkan obligasi pada tahun ini dengan total nilai emisi sekitar Rp1 triliun. Ketiga BUMN tersebut bergerak di sektor manufaktur, perkebunan dan jasa. Ketiga BUMN tersebut akan menerbitkan obligasi pada semester II tahun ini. (nia)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya