Menkeu Harap Investasi Tumbuh 10% di 2012

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Senin 06 Februari 2012 16:25 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

JAKARTA - Pemerintah menuturkan kontribusi investasi terhadap pertumbuhan perekonomian di 2011 semakin nyata terlihat.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo kala ditemui dalam acara seminar Asian Development Bank (ADB) "How Asia Respon to Global Economic Crisis Transformation and food Price Volatility", di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (6/2/2012).

"Yang menggembirakan adalah kita bandingkan pertumbuhan ekonomi kita di 2009. pada saat itu pertumbuhan perekonomian kita bisa tumbuh pada 4,6 persen. Sekarang ini dalam kondisi krisis kita sudah bisa tumbuh 6,5 persen. Tetapi yang juga menjadi ciri khas pertumbuhan perekonomian ditahun lalu dibandingkan dengan 2009 itu adalah sekarang ini motor dari investasi terlihat," katanya.

"Kita bisa mencapai pertumbuhan 6,5 persen itu peran daripada investasi sampai dengan delapan persen dan itu satu yang baik sekali, karena di 2009 kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian adalah domestik market," imbuhnya.

Lanjutnya, pemerintah meyakini bahwa investasi itu penting karena imbasnya terhadap perekonomian semakin nyata. Oleh karena itu pemerintah berharap di tahun Naga Air ini pertumbuhan investasi bisa mencapai sekira 10 persen.

"Sekarang kita lihat bahwa investasi semakin penting. dan kita yakin bahwa investasi dari pemerintah maupun sawsta jika meningkat perannya bagi pertumbuhan ekonomi itu nyata," paparnya.

"Oleh karena itu yang bisa kita ambil pelajaran adalah di 2009 kita tetap baik diantara negara-negara di dunia di mana satu dari tiga negara yang positif itu kan indonesia. Sekarang kita bisa sampai 6,5 persen adalah peran investasi yang sudah menyolok. Jadi kita harapkan nanti pertumbuhannya di 2012 investasi bisa sampai 10 persen dan ini akan bagus untuk ekonomi kita," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya