JAKARTA - Anggaran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih kecil dibandingkan negara lain seperti Thailand. Namun realisasi investasi Indonesia telah mengalahkan Negeri Gajah Putih tersebut.
"Realisasi investasi, walaupun anggaran kita Rp500 miliar, jauh dari Thailand, tetapi kami melebihi Thailand tahun lalu, dan kami juga melebihi India. India ini ekonominya dua kali lipat dari kita, tapi angka realisasi investasi mereka tidak lebih besar," tegas Kepala BKPM Gita Wirjawan dalam RDP bersama Komisi VI DPR, di Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, tingginya realisasi investasi ini terjadi karena baiknya perekonomian Indonesia yang terbukti dengan didapatnya status investment grade. Meskipun begitu, status invesment grade yang telah disandang pemerintah saat ini belum memuaskan. Hal ini dikarenakan melihat kondisi global, Indonesia berpeluang besar mendapatkan status single A.
"Investment grade pencapaian yang luar biasa, saya belum puas investment grade karena dinamika yang terus terjadi Eropa Barat dan Amerika, peluang Indonesia mencapai single A besar sekali," tambahnya.
Bukan hanya itu, penurunan rasio utang Indonesia juga menjadi salah satu penyebab tingginya realisasi investasi di Indonesia, bahkan Gita juga memprediksi rasio utang ini akan berada di bawah angka 20 persen untuk dua tahun ke depan.
"Debt to GDP dengan prinsip prudence bisa menuju di bawah 20 persen dua atau tiga tahun ke depan," tegasnya.
Lebih lanjut dia juga menyebutkan kebijakan moneter sudah berjalan dengan tepat dan hal ini terbukti dari terjaganya angka inflasi walaupun harga komoditas yang terus merangkak naik.
"Walaupun harga cabai naik, kita masih bisa mengendalikan inflasi. Kesinambungan kapasitas ini kita bisa mengendalikan inflasi dua sampai tiga tahun ke depan," tandasnya. (gna)
(Rani Hardjanti)