JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengaku tengah mengkaji upaya menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) dalam bentuk dolar yaitu sekira USD200 juta-USD500 juta pada semester II-2012.
Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, subdebt ini akan digunakan untuk memperkuat tier dua atau sebagai reserve permodalan. Gatot mengatakan, saat ini tier dua perseroan rendah, sementara tier satu masih berada pada posisi 15-16 persen. Namun Gatot menilai akan melihat rating dari subdebt dalam bentuk dolar tersebut sebelum merealisasikannya.
"Kita lagi mengkaji dan tahun ini kita lihat, tapi tergantung pasar. Kalau mau subdebt kita lihat rating dulu," ujarnya usai penandatanganan kredit kepada Waskita Karya di Jakarta, Senin (6/2/2012).
Menurut Gatot, selain memperkuat reserve di tier dua, perseroan berniat melakukan subdebt dalam bentuk dolar untuk berjaga-jaga di tengah tipisnya kebutuhan valuta asing. "Kita ambil dolar untuk reserve, kan karena lagi hati-hati kita ambil dulu, kalau 2013 ada goncangan kita sudah siap," ungkapnya.
(Widi Agustian)