"Siklus Ekonomi Indonesia Tidak Seperti Ekonomi Dunia"

Yuni Astutik, Jurnalis
Selasa 07 Februari 2012 17:31 WIB
Ilustrasi. Corbis.
Share :

JAKARTA - Pertumbuhan negara-negara di dunia, khususnya Asia dinilai tidak akan terpengaruh kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu seperti saat ini.

"Di Asia ada fenomena menarik, pertumbuhan ekonomi yang dulunya 4,8 persen saat ini menjadi 5,2 persen," kata Pengamat Ekonomi, Faisal Basri, dalam paparannya di Tinjauan Makro Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia 2012 di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Menurutnya, memang motor pertumbuhan ekonomi dunia saat ini telah beralih pada negara berkembang atau emerging market. "Seperti China, India, negara di Asia," tutur dia.

Dia menambahkan, setiap negara di dunia memiliki alur yang berbeda dalam setiap pertumbuhan perekonomiannya. Asia dinilai penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia karena ada Indonesia. "Artinya Asia tidak ikuti siklus ekonomi dunia," imbuhnya.

Menurutnya, hal tersebut wajar dan pernah terbukti pada 2009 lalu, dimana International Monetery Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan Indonesia hanya 2,1 persen. Padahal kenyataannya di tahun tersebut, pertumbuhan Indonesia mencapai 4,5 persen.

"Tidak terlalu aneh, dunia turun, ekonomi Asia tidak terlalu turun. Sama seperti 2009, tatkala International Monetery Fund (IMF) mengatakan Indonesia cuma 2,1 persen ternyata kita bisa 4,5 persen," imbuhnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, ekonomi dunia pada 2012 akan alami penurunan dimana ekonomi dunia tercatat tumbuh empat persen. Namun ternyata, pada Januari lalu, ekonomi dunia terpantau semakin menurun. "2012, prediksi ekonomi dunia alami penurunan. Ekonomi dunia masih empat persen. Tapi ternyata bulan Januari update menjadi 3,3 persen.," tandasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya