JAKARTA - Indonesia dari sisi makroekonomi, fiskal, dan moneter akan mencapai investment grade jika pemerintah mampu menerapkan tiga hal.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah saat Bincang-Bincang Moneter soal Kinerja Perekonomian dan Kinerja Keuangan mengenai Investment Grade, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
"Mampu menekan subsidi, meningkatkan anggaran belanja pemerintah, dan menjaga ketahanan devisa," kata Difi.
Selain itu, dia mengatakan, pendapatan per kapita Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara-negara lain yang mencapai USD9.000 per tahun. Menurutnya, selama kondisi ekonomi global seperti sekarang, untuk meyakinkan investor dirasa cukup sulit.
"Yunani yang akan keluar dari euro zone, apakah berpengaruh untuk Indonesia atau tidak untuk dapat mempengaruhi investor. Tergantung kenyamanan investor itu sendiri," tegasnya.