JAKARTA - Turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 25 basis poin (bps) nampaknya belum mampu mengantarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jalur positif.
IHSG, pada penutupan perdagangan Kamis (9/2/2012) sore ini, turun 9,71 poin atau 0,24 persen ke level 3.978,99 dengan level tertingginya 3.988,59 dan level terendahnya 3.953,82.
Saham-saham di Asia juga terkoreksi dengan indeks Hang Seng stagnan 8,45 poin, indeks Nikkei turun 13,35 poin atau 0,15 persen, sedangkan indeks Straits Times turun tipis 4,75 poin atau 0,16 persen. Indeks LQ45 bergerak turun 2,63 poin ke 694 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) anjlok 1,93 poin ke 568.
Riset MNC Securities mengungkapkan, bursa Indonesia sebenarnya bisa bertenaga melanjutkan penguatannya untuk mencoba kembali berada di atas level 4.000 didorong saham berbasis batu bara serta didorong penguatan rupiah.
Nyatanya, sentimen negatif yang datang dari rilis data inflasi China di Januari yang di luar ekspektasi naik menjadi 4,5 persen dan rilis data machinery orders Jepang di bulan Desember yang turun nampaknya jauh lebih menekan.
Sektor-sektor pendukung IHSG bergerak melemah dengan sektor perdagangan turun 4,80 poin ke 641, sementara sektor tambang turun 12,18 poin menjadi 2.774, sektor keuangan turun 4,22 poin ke 493, sementara sektor manufaktur turun 1,37 poin ke 1.015.
Tercatat 130 saham melemah, 109 saham menguat, serta 98 saham stagnan dengan transaksi sebesar Rp5,06 triliun dari volume perdagangan sebesar 3,85 miliar lembar saham diperdagangkan. Investor asing pun terpantau masih melakukan aksi jual sebesar Rp419,6 miliar.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers) adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp750 ke Rp56.3570, PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) naik Rp400 ke Rp7.450, dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp350 ke Rp12.450.
Sedangkan saham yang melemah (top losers) antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp1.900 menjadi Rp72.950, PT Petrosea Tbk (PTRO) turun Rp500 menjadi Rp37.800, serta PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) turun Rp475 menjadi Rp4.525. (mrt)
(Rani Hardjanti)