JAKARTA - Penggunaan teknologi terbarukan milik Amerika Serikat (AS) sedang di kaji untuk diterapkan di Indonesia. Nantinya, dengan teknologi ini maka negara pengimpor gas alam, bisa menjadi negara pengeskpor gas alam
Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Menteri Energi Amerika Serikat (AS), David Sandalow sebagai pemimpin delegasi AS dalam kunjungannya ke Indonesia. Menurutnya, pihaknya tengah membicarakan implementasi teknologi baru yang telah mengubah AS dari negara pengimpor menjadi negara pengekspor gas alam.
"Karena kedua pihak melihat peluang untuk bekerja sama dalam bidang ini," ujar Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel tanya jawab dengan media di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Kunjungan delegasi yang terdiri dari pejabat-pejabat tinggi AS di sektor energi dan keuangan ini dalam rangka untuk menghadiri acara US-Indonesia Energy Investment Roundtable.
Dalam kunjungan itu, delegasi dari Kementerian Energi AS bertemu dengan para pejabat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia melalui US-Indonesia Energy Policy Dialogue untuk saling bertukar informasi dan mendukung pengembangan sumber daya gas non-konvensional di Indonesia.
Dalam delegasi ini, turut serta perwakilan dari US Overseas Private Investment Corporation dan Badan pengembangan Perdagangan untuk membahas terkait bantuan dana AS untuk mendukung studi kelayakan dan investasi dalam berbagai proyek energi dan infrastruktur di Indonesia. (mrt)
(Rani Hardjanti)