JAKARTA - Pascaturunnya BI rate 25 basis poin menjadi 5,75 persen, rupiah diprediksi akan kembali menguat pada perdagangan akhir pekan ini.
"Rupiah masih diperkirakan menguat. Rp8.950-9.000 per USD," ungkap analyst treasury Telkom Sigma Rahadyo Anggoro saat dihubungi di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Dia mengaku jika hal ini cukup mengangetkan pasar. Lantaran, analis memprediksi BI rate akan tetap di level enam persen. Kondisi ini lah yang memicu menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Penurunan ini dinilai masuk akal. Lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi berada di level 6,5 persen, dan hingga akhir tahun bisa capai 6,3 persen. Sementara itu inflasi diprediksi 0,76 persen, dan year on year (yoy) 3,4 persen," ujarnya.
Sehingga, dengan turunnya BI rate hari ini, diperkirakan investor asing akan semakin tertarik untuk investasi di Indonesia. Surat Utang Negara (SUN) serta obligasi juga akan menarik, imbasnya rupiah akan menguat.
Pada penutupan perdagangan sore kemarin menurut kurs tengah BI rupiah menguat pada level Rp8.910 per USD dengan kisaran perdagangan Rp8.865-Rp8.955 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.905 per USD, dengan range perdagangan Rp8.957-Rp8.935 per USD.
(Widi Agustian)