JAKARTA - Pemegang saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali gigit jari tahun ini. Ppasalnya lagi-lagi tidak akan pembagian dividen untuk tahun buku 2011. Hal ini terjadi akibat perusahaan pelat merah tersebut belum melangsungkan kuasi reorganisasi.‬‬
Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan kembali targetkan jika rencana bersih-bersih neraca keuangan tersebut dapat dilakukan di April mendatang. "Kami akan segera masukan kembali dokumen kuasi ke Bapepam itu awal Maret ini," katanya saat ditemui seusai acara "2012 Stocks Winners" di Pasific Place, Jakarta, Kamis (9/2/2012) malam.
‪‪Artinya walaupun dalam laporan keuangan 2011 mendatang GIAA mencetak laba bersih, tapi belum bisa dibagikan mengingat adanya saldo defisit yang telah terjadi sejak 20 tahun lalu.
"Karena masih ada saldo defisit akibat akumulasi sejak 20 tahun lalu, jadinya dividen kan belum bisa diberikan," ujarnya.
Adapun saldo defisit GIAA yang harus ditutup tersebut nilainya mencapai Rp 6,8 triliun.‬‬ ‪‪Selain masih fokus pada kuasi reorganisasi, GIAA pun tengah menggodok rencana untuk pembelian saham kembali alias buyback.
Namun Elisa masih enggan menyebutkan kapan rencana tersebut dilakukan dan darimana dana untuk buyback tersebut.‬‬ ‪‪"Kami akan lakukan buyback ya di harga termurah. Tapi kan sekarang tren harga saham kami cenderung naik, makanya belum sekaranglah," tandasnya.
(Widi Agustian)