Bayar Utang, XL Dipinjami Bank Mandiri Rp1 T

J Erna, Jurnalis
Kamis 16 Februari 2012 18:17 WIB
Logo XL. Foto: Koran SI
Share :

JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mendapatkan pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp1 triliun. Dana pinjaman dari bank pelat merah tersebut akan digunakan perseroan untuk melunasi sebagian surat utang (obligasi) yang akan jatuh tempo pada April tahun ini.

Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi mengatakan, perseroan akan membayar Obligasi II/2007 jatuh tempo pada April tahun ini sebesar Rp1,5 triliun dari pinjaman perbankan dan kas internal.

Dari total obligasi tersebut, sekira Rp1 triliun akan dibayar dari pinjaman Bank Mandiri yang sudah dicairkan dan sisanya senilai Rp500 miliar dari kas internal.

"Kira-kira dua per tiga dari Mandiri dan sepertiganya dari kas internal,” kata dia di Jakarta, Kamis (16/2/2012).

Lebih lanjut Hasnul menjelaskan, perseroan sudah menarik pinjaman dari Bank Mandiri pada kuartal IV tahun lalu sebesar Rp1 triliun. Pinjaman dari bank pelat merah tersebut memiliki tenor selama tiga tahun dengan tingkat bunga pinjaman sesuai harga pasar.

Adapun, posisi kas internal perseroan per akhir Desember 2011 tercatat sebesar Rp998 miliar. Hasnul menjelaskan, alasan perseroan lebih memilih pinjaman perbankan daripada menerbitkan obligasi untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo lantaran lebih fleksibel. "Saat ini lebih cocok dan fleksibel menggnakan jasa perbankan," tandas Hasnul.

Sekadar informasi, Fitch Ratings baru-baru ini menaikkan peringkat nasional jangka panjang dan obligasi XL senilai Rp1,5 triliun menjadi AA+ dari sebelumnya AA. Adapun prospek dari peringkat obligasi yang akan jatuh tempo pada 26 April tahun ini adalah positif.

Sementara peringkat utang jangka panjang dalam rupiah maupun asing ditetapkan pada level BB+. Menurut Associate Director Fitch Ratings Any Sirapurna, peningkatan peringkat tersebut didorong kembalinya kekuatan kredit XL dan stabilnya kinerja keuangan maupun operasional perusahaan.

Selain itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat yang sama kepada obligasi II/2007 perseroan sebesar Rp1,5 triliun. Perusahaan telekomunikasi ini dinilai dapat membayar obligasi yang akan jatuh tempo pada tiga bulan mendatang dengan menggunakan dana dari kombinasi kas internal dan pinjaman.

Pada kuartal I tahun ini, XL diperkirakan mampu menghasilkan arus kas bersih dari kegiatan operasionalnya lebih dari Rp2 triliun, yang bisa digunakan untuk membayar obligasinya yang akan jatuh tempo.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya