JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (EXCL) tahun ini memproyeksikan pendapatan perseroan sekira enam sampai delapan persen lantaran pasar telekomunikasi yang sudah jenuh.
Adapun untuk menyiasatinya, perseroan akan fokus pada pengembangan layanan data. Tahun ini perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp6 triliun untuk pengembangan bisnisnya.
"Dari dana capex itu, sebesar 66,67 persen dialokasikan untuk pengembangan layanan data dan sisanya untuk layanan 2G," ungkap Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi di Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Pendanaan capex sendiri berasal dari kas internal. Sementara, perseroan pada tahun lalu telah mengunakan belanja modal sebesar Rp6,5 triliun. Lebih dari setengahnya diinvestasikan untuk bisnis layanan data.
Sekadar informasi, XL pada akhir tahun lalu membukukan laba bersih stagnan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan audit perseroan, laba perusahaan telekomunikasi tersebut pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp2,83 triliun.
Sedangkan laba bersih pada 2010 senilai Rp2,89 triliun. Sementara itu, pada periode yang sama perseroan berhasil membukukan pendapatan teraudit sebesar Rp18,92 triliun. Angka tersebut meningkat tujuh persen dibanding pendapatan pada tahun sebelumnya.
"Kenaikan kontribusi pendapatan layanan data sebesar 15 persen terhadap total pendapatan layanan telekomunikasi dibanding tahun sebelumnya dan kontribusi pendapatan selain percakapan telah mencapai hampir 50 persen," tutur Hasnul.