JAKARTA - Sentimen negatif perkembangan krisis utang di Eropa masih akan mengikuti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek.
Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, memproyeksikan indeks bergerak pada kisaran support-resistance 3.970-4.028.
"(Selain itu) kami melihat harga minyak mentah serta perkembangan krisis hutang eropa masih akan membayangi pergerakan indeks," katanya di Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Melonjaknya harga minyak mentah di pasar internasional ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, menjadi pemicu turunnya IHSG pada perdagangan kemarin. Pemerintah dalam beberapa kesempatan mengungkapkan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jika harga minyak mentah menembus level USD115 per barel.
"Opsi kenaikan harga BBM bersubsidi menurut Pemerintah tidak bisa dihindari. Pasar merespon negatif adanya wacana tersebut, meski beberapa sektor seperti pertambangan dan perkebunan diuntungkan oleh apresiasi harga komoditas di pasar internasional," tandasnya.
Berikut prediksi pembukaan IHSG dari beberapa sekuritas
MNC securities
Pola hanging man terbentuk atas IHSG dan mengindikasikan berkurangnya aksi beli ditengah munculnya tekanan jual.
HD Capital
Sentimen negatif regional akibat, pelemahan rupiah, downgrade Yunani oleh Fitch ke potensi default status dan profit taking di Dow dapat menyebabkan koreksi di IHSG, namun bisa menjadi kesempatan untuk entry point di saham bic cap maupun second liner yang telah naik banyak sebelumnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)