Rupiah Diprediksi Sideways di Rp9.000/USD

Yuni Astutik, Jurnalis
Jum'at 24 Februari 2012 07:34 WIB
Ilustrasi. Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi bergerak sideways di kisaran Rp9.000 per USD. Hal ini dinilai karena investor berhati-hati ditengah kondisi yang tengah berangsung saat ini.

Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro mengatakan perdagangan valuta asing dalam beberapa hari terakhir terpantau sepi transaksi. Karenannya dia menilai pergerakan rupiah tidak akan signifikan.

"Rupiah sideways Rp9.040-9.080 per USD. Tapi posisi rupiah memang nampak masih nyaman di level itu," katanya saat dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Faktor dalam negeri yang mempengaruhi adalah lelang Surat Utang negara (SUN) sebesar Rp12 triliun, dari penawaran yang masuk mencapai Rp22,27 triliun. "Itu membuktikan turunnya minat investor asing di pasar obligasi. Dikarenakan juga belum jelas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)," katanya.

Sementara pada faktor eksternal masih terkait utang Yunani. Yunani baru saja memperoleh dana bailout kedua sebesar 130 miliar euro, diharapkan dapat mengurangi pada ratio utang Yunani 120,5 persen 2020 mendatang. "Dikhawatirkan target Yunani tersebut tidak tercapai, investor masih hati-hati," tandasnya.

Mengutip yahoofinance pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah bercokol di Rp9.051 per USD, dengan rata-rata perdagangan Rp9.062-Rp9.102. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan pada Rp9.070 per USD, dengan range Rp9.025-Rp9.115 per USD. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya