JAKARTA - Realisasi pernerbitan Surat Surat Berharga Negara (SBN) per Januari tercatat sebesar Rp28,048 triliun atau sebesar 20,84 persen terhadap target pada APBN sebesar Rp134,596 triliun.
Demikian dikutip keterangan Perkembangan Utang Negara Edisi Februari 2012 yang dikeluarkan Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan di websitenya, Sabtu (25/2/2012).
Realisasi ini meningkat jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp36,530 atau 14,34 persen dari target utang 2011 sebesar Rp254,825 triliun.
Adapun posisi kepemilikan SBN per Januari yakni, investor asing sebesar Rp235,97 triliun, reksa dana Rp47,63 triliun, asuransi Rp93,63 triliun, dana pensiun Rp33,53 triliun, sekuritas Rp27 milar, Bank Indonesia Rp2,42 triliun dan lainnya Rp54,68 triliun.
Sebelumnya, pemerintah berencana menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp 134,596 triliun untuk membiayai defisit anggaran dan juga membiayai utang jatuh tempo (refinancing) di 2012.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, secara neto penerbitan surat utang negara (SUN) tahun depan mencapai Rp 134,596 triliun. Jumlah ini naik 6,4 persen dibandingkan rencana di tahun ini yang sebesar Rp 126,653 triliun.
"Penerbitan utang masih cukup besar karena kita juga mendanai (surat utang) yang jatuh tempo atau refinancing untuk yang jatuh tempo," kata Anny dalam jumpa pers di kantornya.
Di dalam APBN 2012 defisit diperkirakan mencapai Rp 124,02 triliun, atau 1,5 persen dari PDB. Anny mengatakan, secara keseluruhan jumlah utang yang akan ditarik untuk membiayai defisit adalah Rp 133,56 triliun atau naik 6,6 persen dari 2011 yang sebesar Rp 125,32 triliun. (mrt)
(Rani Hardjanti)