JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk pada perdagangan hari ini seiring dengan anjloknya indeks Asia.
IHSG, pada akhir perdagangan Selasa (6/3/2012) melemah 17,82 poin atau 0,4 persen menjadi 3.967,08. LQ45 turun 4,37 poin atau 0,6 persen jadi 686,23.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudoprawiro, dalam risetnya mengatakan, IHSG kembali bergerak melemah seiring koreksi yang terjadi di bursa regional.
Di mana hari ini akan dilakukan lelang SPN oleh BI yang diperkirakan akan berimbas pada beberapa saham banking yang memiliki portfolio variable bond cukup besar seperti BMRI dan BBNI. Saham-saham sektor batu bara juga melemah seiring koreksi signifikan yang terjadi di harga batu bara NEWC.
Sektor pendukung indeks saham mayoritas bergerak melemah. Sektor perkebunan turun 3,36 poin atau 0,1 persen, sektor tambang turun 13,41 poin atau 0,5 persen dan sektor keuangan turun 1,48 poin atau 0,3 persen.
Indeks Asia pada sore ini juga berada di jalur merah. Hang Seng turun 459 poin atau 2,16 poin ke 20.806, Nikkei turun 60,96 poin atau 0,63 poin ke 9.637 dan Straits Times turun 58,37 poin atau 1,95 persen ke 2.933.
Nilai transaksi perdagangan hari ini adalah Rp2,95 triliun dengan volume 1,99 miliar saham. Sebanyak 148 saham melemah, dan cuma 82 saham menguat dan 114 saham stagnan.
Harga saham yang bergerak melemah (top gainers) adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp1.000 ke Rp42.150, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp550 ke Rp56.500, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp350 ke Rp18.650.
Saham yang menguat (top losers) antara lain PT Mayora Indonesia Tbk (MYOR) naik Rp550 ke Rp15.800, PT Indocement Tbk (INTP) naik Rp300 ke Rp17.650, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp225 ke Rp4.625.
(Widi Agustian)