JAKARTA - Kendati PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah mengeluarkan pernyataan tidak mengetahui isu ancaman default atas induk usahanya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), harga saham BUMI terpantau masih tertekan. Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, saham BUMI turun Rp75 ke Rp2.075.
"Bumi Resources tidak mengetahui adanya pemberitahuan akan kemungkinan default dari kreditur mana pun," kata Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava kepada Okezone, Senin (23/4/2012).
Bumi Resources, kata Dileep, tetap berkomitmen untuk mengurangi utang dan berusaha menurunkan beban bunga perseroan secara signifikan.
Untuk itu, BUMI telah melakukan pembayaran kepada krediturnya, yakni CIC, dua tahun lebih awal. Perseroan membayar USD600 juta pada November 2011. Dengan demikian, beban bunga perseroan turun dari awalnya 19 persen menjadi tujuh persen, dan BUMI menghemat USD72 juta.
Perseroan juga berniat membayar kembali utangnya sebesar USD600 juta pada kuartal IV-2012. Utang ini adalah tahap II dari utang perseroan kepada CIC yang jatuh tempo pada kuartal IV-2013. Pada akhirnya, Dileep mengincar rasio utang kepada Ebitda menjadi hanya satu kali pada 2013.
(Widi Agustian)