JAKARTA - Empat kado untuk menaikkan kesejahteraan buruh yang akan diberikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak akan banyak berpengaruh. Buruh menuntut kenaikan gaji minimum Rp3,5 juta per bulannya.
"Kado itu tidak berpengaruh. Karena enggak semua buruh akan mendapatkannya. Kami hanya minta gaji buruh minimal Rp3,5 juta per bulan. Itu saja sudah cukup," ujar ketua Federasi Serikat Buruh Indonesia Obon Tabroni ketika dihubungi Okezone, Selasa (1/5/2012).
Dalam memperingati hari buruh internasional 1 Mei, atau May day, para buruh menggelar aksi di berbagai titik untuk meminta sistem outsourcing dihapus, undang-undang BPJS segera direalisasikan, 1 Mei dijadikan hari libur nasional, dan mencabut permenakertrans nomor 17 tentang kebutuhan hidup.
Sebagai informasi, pemerintah tengah mengkaji empat kebijakan untuk memperbaiki kesejahteraan buruh. Pertama, penghasilan tidak kena pajak (batasannya naik) dari Rp1,3 juta menjadi Rp2 juta.
Kedua, pembangunan rumah sakit untuk para buruh. Ketiga, transportasi murah bagi buruh untuk kawasan industri, dan keempat adalah pembangunan rumah murah untuk buruh.
"Enggak semua orang mendapatkan 'kado' itu, karena itulah kita tersebar diberbagai titik (Bundaran HI, Istana Presiden, Gelora Bung Karno dan rencananya akan ke depan gedung DPR-RI), kita akan tetap menuntut hak kita sebagai buruh,” ungkap Obon.
(Widi Agustian)