Belanja Pemerintah Tak Mampu Kurangi Ekspor

Gina Nur Maftuhah, Jurnalis
Senin 07 Mei 2012 14:56 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, meski belanja konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah mengalami peningkatan, tidak dapat mengurangi perlambatan ekspor yang terjadi di tiga bulan pertama ini. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi di kuartal satu ini di angka 6,3 persen.

"Konsumsi rumah tangga bagus, imbauan presiden untuk menyerap anggaran di bulan-bulan pertama juga bagus. Investasi dan produksi juga bagus tetapi adanya pengurangan permintaan yang kurang sehingga ekspor melambat di kuartal satu tahun ini," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (7/5/2012).

BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi di kuartal satu ini sebesar 6,3 persen. Besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.972,4 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp632,8 triliun.

Berdasarkan laju pertumbuhan komponen pengeluaran, pengeluaran konsumsi rumah tangga (year on year) menyumbang 2,8 persen, konsumsi pemerintah 0,4 persen. Sedangkan pembentukan modal tetap bruto 2,3 persenm perubahan inventori dan diskrepansi statistik 0,1 persen, ekspor 3,7 persen dan impor tiga persen.

"Namun, beberapa lembaga internasional kemarin mengubah acuan pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,3 persen ke 3,5 persen. Sehingga hal ini akan memacu kembali ekspor dan menggerakkan ekonomi," lanjutnya.

Karenanya, BPS yakin, meskipun pertumbuhan ekonomi kuartal satu ini masih berada di bawah ekspektasi di 6,3 persen, ke depan pertumbuhan ekonomi masih akan terus bisa dikerek naik seiring dengan bertambahnya permintaan ekspor.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya