MEDAN - Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumatera Utara (Sumut) Andryanus membantah adanya penurunan ekspor kopi selama April 2012 lalu. Menurutnya, April hingga Juni mendatang merupakan musim panen, dan saat ini sudah ada perjanjian baru dengan sejumlah importir.
"Tak benar itu ekspor kita turun. Ekspor itu biasanya baru turun ketika musim paceklik seperti Agustus dan September," ungkap Andryanus, kepada Okezone, Kamis (24/5/2012).
Saat ini, diakuinya, kopi Sumatera Utara telah memiliki pasar utama yang cukup luas, seperti Amerika Serikat (AS), Jerman, Jepang, dan Inggris.
Di samping itu, adapula negara di kawasan Asia, seperti Malaysia dan Taiwan, sehingga jika ekspor ke satu negara menurun, biasanya tetap tertutupi dengan ekspor ke negara lain.
"Kopi kita ini berapa pun diproduksi, semuanya laku terjual, karena kopi kan tak bisa ditanam di seluruh daerah. Saat ini saja diakui pasar internasional masih terus meminta tambahan. Tapi memang ada stigma di luar, kalau kopi kita ini mahal," pungkasnya.