JAKARTA - PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPSA) menyatakan belum akan menambah kepemilikan sahamnya dipublik.
"Sampai saat ini belum ada maksud untuk menambah jumlah saham yang dilepas," kata Direktur Independen YPSA Rinawati, saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Memang, diakuinya, saham yang dilepas saat IPO perusahaan produksi karung plastik dan karung semen ini baru sebesar 10,8 persen. Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) pun telah mendorong perusahaan tersebut agar menambah kepemilikan saham oleh publik yang masih minim.
Adapun, saat ini mayoritas kepemilikan saham perseroan dipegang oleh PT Hastagraha Bumipersada sebesar 89,7 persen.
Sebagai informasi, sampai akhir tahun, perusahaan menargetkan penjualan naik 15 persen menjadi Rp365 miliar. Sementara untuk laba bersihnya, perseroan targetkan kenaikan yang tidak jauh berbeda dengan 2011 sebesar Rp18,5 miliar.
Selain memenuhi pasar domestik, perusahaan yang memiliki pabrik di Surabaya dan Sidoarjo ini juga mengekspor produksinya. Tahun ini, perusahaan targetkan ekspor mencapai 12 persen dengan negara tujuan ekspor adalah Malaysia Filipina, dan Thailand.
"Kalau untuk negara yang lebih dekat lagi susah karena bersaing dengan China," tambahnya lagi.
Sementara mengenai harga jual, perusahaan tidak berencana untuk menaikkannya. Sebab, harga jual sangat tergantung pada harga minyak dunia baik Nymex maupun Brent.