Pengusaha Sawit Indonesia Butuh Tangki Penampungan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Jum'at 25 Mei 2012 18:23 WIB
Ilustrasi
Share :

MEDAN - Kapasitas produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia yang mencapai 20 juta ton per tahun, hingga saat ini belum mampu memposisikan Indonesia sebagai pengendali harga CPO di pasar internasional. Ketidakmampuan menimbun hasil produksi ini pengusaha sawit harus menyerahkan penetapan harga di intervensi kepentingan pasar.

"Produksi CPO kan harus tetap berjalan, tapi kita tak punya kemampuan menimbun, jadi suka tidak suka CPO harus diekspor. Kita terpaksa menyerahkan penetapan harga dengan indikator pasar international," jelas Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara Laksamana Adyaksa, Jumat (25/5/2012).

Menurut Laksamana, Indonesia berpotensi mengendalikan harga karena CPO asal Indonesia memenuhi kebutuhan global. "Kalau orang butuh sementara, kita punya banyak, berapa pun harga yang kita jual orang tetap akan beli. Apalagi CPO sudah jadi kebutuhan mendasar. Makanya kita butuh penampungan," tambahnya.

Pemerintah, ditambahkan Laksamana, juga harus memfasilitasi keberadaan tangki penampungan CPO ini. Pemerintah sebenarnya diuntungkan karena bisa mendapatkan keuntungan dari penyewaan tangki.

"Kita pada dasarnya sanggup menyediakan tanki penampungan itu, tapi pasti kurang efektif karena kapasitas produksi kita enggak sebanyak itu," tambah dia.

Sementara terkait pembiayaan, hasil yang didapat pemerintah dari bea keluar CPO dinilai dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas tersebut.

"Selama ini kan bea keluar itu belum dikembalikan untuk industri CPO, jadi sangat pantas kalau fasilitas tangki ini dibangun dengan dana itu," tutup dia.

Sebagai informasi, penentuan harga CPO sendiri saat ini masih tergantung pada lima indikator ketersediaan pasokan untuk pasar dalam negeri, kondisi negara tujuan ekspor, harga komoditas minyak nabati sebagai substitusi CPO, harga minyak dunia dan pajak ekspor. (gna)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya