Panic Selling, Alasan IHSG Anjlok

Yuni Astutik, Jurnalis
Kamis 31 Mei 2012 12:54 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Panic selling. Kata ini merupakan gambaran yang pas untuk anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini. Kendati faktor utama sentimen negatif masih didominasi oleh kondisi Eropa yang tidak kondusif.

"Rupiah drop, kebijakan time deposit valas dari Bank Indonesia (BI) tidak berpengaruh dan di Eropa makin parah setelah perbankan Spanyol bermasalah," kata analis pasar modal Reza Priambada kepada Okezone di Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Reza memprediksi, pada penutupan perdagangan sore nanti kemungkinan masih akan melemah. Saat ini pelaku pasar panik dengan penurunan IHSG yang tajam. "Investor panik, siapa yang tidak panik portofolionya merah semua," katanya.

Dia mengatakan, lama atau tidaknya kondisi tersebut memang belum pasti. Bisa saja kondisi ini berlangsung pada pemilu Yunani Juni mendatang. "Lama atau tidak tergantung. Mungkin bisa saja sampai selesai pemilu Yunani, atau bisa juga sampai selesai Euro Cup," tandasnya.

IHSG bergerak melemah seiring merahnya saham-saham regional. IHSG bahkan tercatat sebagai indeks dengan kinerja paling buruk di Asia. IHSG pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, Kamis (31/5/202), terjun bebas 103,48 poin atau setara 2,64 persen ke 3.814,43. Bandingkan saja dengan indeks Asia seperti Shanghai yang hanya turun 11,01 poin atau 0,46 persen, indeks Hang Seng turun 184,44 poin atau 0,99 persen.

Sementara indeks Nikkei juga terpantau merosot 124,06 poin atau 1,44 persen dan indeks Straits Times terkoreksi 16,16 poin atau 0,58 persen. Indeks LQ45 turun 17,92 poin atau 2,7 persen ke 646,04, Jakarta Islamic Indeks (JII) merosot 13,47 poin atau 2,5 persen ke 523,21. Demikian juga IDX30 yang terkoreksi 9,38 poin atau 2,8 persen ke 325,63.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya