JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas nama pemerintah Indonesia bersama-sama Meksiko, Chile, dan beberapa negara anggota dan negara nonanggota G20 lainnya, telah menandatangani deklarasi yang berisikan komitmen untuk memperjuangkan program keuangan inklusif.
Dalam keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Kamis (21/6/2012), G20 membentuk badan koordinasi nasional dan mempercepat penyelesaian strategi nasional keuangan inklusif (national strategy for financial inclusion).
Tujuan dari komitmen keuangan inklusif tersebut yaitu untuk meningkatkan akses bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh pelayanan jasa keuangan untuk turut serta menikmati jasa layanan system keuangan yang akan membantu kegiatan usaha mereka.
G20 juga menyepakati bahwa keluangan inklusif (financial inclusion) sangat penting
dalam membangunan ketahanan pertumbuhan ekonomi dan menjaga perekonomian global dari hantaman krisis.
Dalam kaitan ini, para pemimpin G20 telah menyambut baik komitmen dari negara anggota dan negara non-anggota G20 untuk melaksanakan peer learning program dalam kerangka inisiatif keuangan inklusif, dan meminta Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI), Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional lainnya untuk melakukan upaya untuk membantu negara anggota melaksanakan program keuangan inklusif ini secara maksimal.
(Widi Agustian)