JAKARTA - PT Merpati Nusantara Airlines berencana menawarkan saham (initial public offering/IPO) kepada publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2014. Alasan IPO agar perusahaan dalam pengelolaannya dapat diawasi oleh masyarakat.
"Jumlah saham yang akan dilepas ke publik direncanakan berkisar 20 persen, dan sebesar 10 persen untuk karyawan. Diharapkan rencana tersebut dapat terealisasi setelah Pemilu 2014," ucap Direktur Utama Merpati, Rudi Setyopurnomo, setelah penandatanganan kerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Dengan IPO tersebut, diharapkan dapat menerapkan tata kelola perusahaan (GCG) dan selalu mengikuti protokol pasar modal. Seperti diketahui, Merpati sedang melakukan pembenahan internal dari aspek manajemen airline dimulai dengan pembenahan di proses bisnis yaitu marketing, penjualan, services, operasi, teknik yang didukung pembenahan infrastruktur, SDM, budaya perusahaan, serta teknologi dan informasi.
Sebagai informasi, Merpati memiliki utang sekira Rp3,14 triliun, termasuk utang Rp1 triliun ke PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Angkasa Pura II dan dengan pendapatan minus sekitar Rp1,7 miliar per hari, bahkan pernah mencapai sekira Rp3 miliar.
Namun, sejak Merpati dipimpin oleh Rudi Setyopurnomo kerugian sudah bisa ditekan, dan bahkan mampu membukukan pendapatan sebesar Rp500 juta per hari.
(Widi Agustian)