Palu Berharap jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Gina Nur Maftuhah, Jurnalis
Rabu 29 Agustus 2012 14:12 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

PALU - Dengan melihat segala potensi yang ada, Ibu Kota Sulawesi Tengah Palu mengaku siap jika pemerintah pusat menjadikan wilayahnya sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK).

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dalam sambutannya di Simposium bertema 'Infrastrukturyang Timur yang Kaya yang Merana' menyebut, pertumbuhan ekonomi di kawasan Palu semester satu 2012 lalu mencapai 10,43 persen atau bisa dikatakan yang terbesar dibandingkan 33 provinsi di Indonesia.

"Demi mendukung dan terus meningkatkan potensi pertumbuhan ini, kita membutuhkan pembangunan infrasruktur sampai Rp2,3 triliun," tambah Wakil Wali Kota Palu Andi Mulhanan Tombolotutu, di Hotel Santika Palu, Rabu (29/8/2012).

Karena itul, Andi menjelaskan, semenjak tahun lalu, pihaknya telah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk menjadikan wilayahnya, khususnya pelabuhannya sebagai KEK. Andi melihat Palu memiliki banyak alasan yang layak dijadikan pertimbangan.

"Kondisi geografis Palu sangat strategis karena berbatasan dengan delapan propinsi. Namun, di wilayah timur, hasil-hasil industri khususnya dari kawasan Barat harganya bisa harganya bisa naik 30 persen karena transportasi dan pungutan-pungutan," tambah dia.

Selain lokasi yang strategis, Andi menambaahkan, Palu juga memiliki beberapa potensi lain seperti pelabuhan, serta sumber energi listrik dan juga rencana pembangunan jalan lingkar luar tol Palu-Parigi yang membuat Palu layak memiliki KEK.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Perekonomian Luki Eko Wiryanto sendiri menyebut, di kawasan Sulawesi, kawasan Bitung di Sulawesi Utara dan Palu adalah dua kawasan yang paling diperhitungkan menjadi KEK.

"Belum diputuskan mana yang akan menjadi KEK, tetapi dua-duanya memiliki karakteristik yang berbeda. Bisa jadi dua-duanya," komentar Luki.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya