JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tidak menjadi tamu di negeri sendiri. Sehingga Kadin benar-benar bisa membuat peluang bisnis di negeri sendiri.
"Saya selalu mendorong dan membantu agar dunia usaha di Tanah Air memiliki peluang, dan usaha itu terus tumbuh," kata SBY, saat Rapimnas Kadin Tahun 2012, di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Dia juga berharap pemerintah pusat dan daerah terus mencari peluang usaha. Dunia usaha, kata dia, tumbuh dengan baik maka akan tercipta lapangan pekerjaan lebih luas, kesejahteraan akan meningkat, negara akan mendapat penerimaan pajak lebih tinggi maka rakyat akan semakin disejahterakan.
SBY menilai tema Rapimnas tentang peran peluang dan kontribusi bisnis di daerah, usaha di daerah bagi pembanguan di daerah, serta usaha kadin dan pemangku kepetingan memperkuat ekonomi tepat dan relevan.
"Saya nilai tepat dan relevan dengan apa yang kita hadapi dan itu juga sesuai dengan visi strategi dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, saya dukung dan mari kita sukseskan," kata dia.
Sementara Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, Rapimnas kali ini akan fokus untuk meningkatkan peran dunia usaha untuk membangun daerah dalam mendukung pemerataan ekonomi nasional. "Pembangunan di daerah dan penguatan dunia usaha di daerah telah dituangkan dalam program utama Kadin Indonesia," ucap Suryo dalam sambutannya.
Program utama itu kata dia, adalah memperkuat dunia usaha di daerah. Dia minta dukungan pemerintah dengan mengeluarkan regulasi yang pro dunia usaha. "Untuk proyek-proyek APBN dan APBD di bawah nilai Rp10 miliar seluruhnya diserahkan kepada pihak swasta tanpa menyertakan BUMN ikut tender," jelas dia.
Selain itu, dia menyambut program MP3EI, dunia usaha juga akan berperan dalam program MP3KI. Hal itu, kata dia menjadi kesempatan sekaligus tantangan bagi dunia usaha untuk meningkatkan kontribusi dalam pembangunan sosial di samping mengusahakan pertumbuhan ekonomi dan bisnis.
"Dibentuknya MP3EI sebagai komplemen dari MP3EI merupakan indikasi bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan juga pembangunan sosial," jelas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)