BUCHAREST - Krisis ekonomi global saat ini merupakan saat yang tepat untuk memodifikasi teori ekonomi yang ada. Para pakar teknologi menggunakan laboratorium untuk menguji teorinya, krisis ekonomi harus dijadikan laboratorium bagi para ekonom dunia.
Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan teori ekonomi dunia akan berubah setelah ada krisis, hal ini berbeda dengan teori ilmu terapan seperti IT dan Ilmu Kedokteran yang setiap saat berubah jika ada penemuan baru.
Menurut JK, dalam ilmu sosial seperti ekonomi, selalu terjadi perputaran atau semacam circle. Jika teknologi pergerakannya adalah ke arah yang lebih cepat, lebih baik, efesien, dan murah, maka ilmu ekonomi hanya berputar antara tesis dan anti tesis.
"Berbeda dengan teknologi yang berkembang saat ekonomi booming, ilmu ekonomi justru berkembang saat krisis terjadi. Para ekonom mencoba menemukan konsep baru untuk merespons krisis," kata dia dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
"Sama dengan munculnya teori oleh Keynes, Friedman dan Krugman. Krisis ekonomi global saat ini merupakan saat yang tepat untuk memodifikasi teori ekonomi yang ada," tambahnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, terdapat berbagai tantangan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.
"Pemerintah di berbagai negara perlu lebih tegas mengatur perekonomian. Ekonomi pasar sebenarnya bagus, tetapi tanpa manajemen oleh pemerintah berbagai dampak negatif akan terjadi. Ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan merupakan salah satu contohnya," katanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)