JAKARTA - PT Borneo Lumbung dan Energi Tbk (BORN) berencana menjual saham PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) sebanyak 10-20 persen. Penjualan tersebut dalam rangka menyelesaikan urusan utangnya dengan Standard & Chartered Bank (Stanchard).
Menurut Direktur BORN Alexander Ramlie, jika aset AKT dijual, maka perseroan akan memiliki 49 persen saham AKT, dibandingkan sebelumnya sebesar 69 persen saham dari AKT.
"Hingga saat ini, sudah ada lima investor yang melirik saham tersebut, namum belum dapat kami sebutkan kelima investor tersebut," katanya saat public expose, di Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Alexander menjelaskan, pembayaran utang ke Stanchard akan melalui beberapa tahap. Tahap pertama, dengan pembayaran sebesar USD50 juta di 2012. Kemudian di 2013 dan 2014, pembayaran akan dilakukan sebesar USD140 juta. Setelah itu, pada 2015 pembayaran akan dilakukan sebesar USD160 juta dan sisanya sebesar USD510 juta di 2016.
"Hingga saat ini proses penjualan asetnya masih dalam tahap valuasi harga dan diharapkan akhir tahun ini bisa diselesaikan," jelasnya.
Sebagai informasi jumlah utang BORN kepada SCB sebesar USD1 miliar dengan bunga yang diberikan 5,6 persen per tahun dan masih di atas suku bunga LIBOR (London Interbank Offered Rate). Fasilitas pinjaman ini bertenor lima tahun, yang mana BORN mendapatkan pinjaman ini November 2011 lalu.