JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas bumi (BPH Migas) tidak membuka tender penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Pulau Jawa. Karena itu, pihaknya kemungkinan menolak permohonan Shell yang mengajukan penyaluran BBM di Jawa Timur.
Wakil Ketua Komite BPH Migas Fahmi H Matori mengatakan kecil kemungkinan BPH Migas mengabulkan pengajuan Shell untuk pendistribusian BBM bersubsubsidi untuk wilayah Jawa Timur.
"Saya kira Shell juga mengerti kalau misalnya suatu ketika kita mohon maaf," kata Fahmi di Jakarta, Selasa (30/10/2010).
Fahmi mengungkapkan, pengajuan tersebut kecil kemungkinan dikabulkan karena BPH Migas menginginkan tender yang diajukan adalah untuk pendistribusian BBM bersusidi di daerah yang belum terjangkau, khususnya di Indonesia Timur.
"Saya kira enggak buka di Jawa ya. Ya nanti di Sumatera kan banyak, di Gabion, di Medan, Sulawesi," jelas Fahmi.
Namun, atas ketentuan tersebut BPH Migas belum mengambil keputusan untuk melakukan penolakan pengajuan perusahaan minyak asal Belanda tersebut.
"Shell mengajukan proposal ke kita yang intinya seperti itu. Sampai sekarang belum kita putuskan," tutup Fahmi. (gna)
(Rani Hardjanti)