JAKARTA - PT Newmont Nusa Tenggara didesak untuk menempatkan putra daerah untuk jabatan-jabatan strategis di perusahaan tambang tersebut. Saat ini, di dalam internal manajemen Newmont masih didominasi oleh tenaga kerja dari luar daerah.
Pengamat pertambangan, Dinul Haq mengatakan, 'Sumbawanisasi' jabatan-jabatan strategis di dalam manajemen Newmont sangat penting karena yang merasakan secara langsung dampak buruk keberadaan tambang adalah warga Sumbawa, baik dampak lingkungan, sosial, politik, budaya dan lain-lain.
"Sudah saatnya figur lokal dipercayakan untuk memegang jabatan Presiden Direktur Newmont," kata Dinul, yang juga putra Sumbawa dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Rabu (6 November 2012).
Mantan Ketua Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) ini menuturkan bila figur daerah dipercaya, maka kepentingan daerah bisa lebih terakomodir lagi. Ada tiga nama yang pantas menggantikan Martiono Hadianto sebagai Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara. Mereka adalah Zulkieflimansyah, Malik Salim dan Andi Azisi Amin.
"Inilah tiga tokoh Sumbawa dan Sumbawa Barat yang mampu dan layak memimpin Newmont," tegasnya.
Zulkiflimansyah merupakan lulusan Inggris dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI. Malik Salim adalah pakar tambang dan sudah lama malang melintang di dunia pertambangan. Sementara Andi Azisi Amin adalah jebolan Amerika, dan sekarang menjadi pengusaha serta mengajar di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.
Untuk itu dia berharap, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar setelah proses divestasi selesai dilakukan, maka menunjuk salah satu dari tiga nama tersebut.
(Widi Agustian)