Negara G20 Tetap Percaya 'Kesaktian' IMF dalam Perekonomian

Gina Nur Maftuhah, Jurnalis
Rabu 07 November 2012 14:33 WIB
Logo IMF (Foto: Wordpress)
Share :

JAKARTA - Negara-negara berkembang yang tergabung di G-20 sepakat untuk terus meneruskan kebijakan International Monetary Fund (IMF). Menurut mereka, kebijakan IMF berpengaruh terhadap kontribusinya ke perekonomian global.

"Pelaksanaan reformasi tata kelola dan formula baru penentuan kuota saham negara anggota di IMF mencerminkan kontribusi ekonomi negara anggota kepada perekonomian global," demikian disampaikan Kementerian Keuangan dalam siaran pers terkait hasil pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral anggota G-20 di Mexico, Rabu (7/11/2012).

G20, lanjut informasi tersebut, juga sebagai indikator produk domestik bruto (GDP) merupakan variabel yang paling relevan dan memiliki timbangan tertinggi di dalam perhitungan formula.

"Formula ini menguntungkan dan menaikkan kuota EMCs termasuk Indonesia yang mendominasi pertumbuhan global," tambah dia.

Meski begitu, Menteri G20 belum dapat menyepakati besaran kontribusi GDP dan perlu tidaknya memperhitungkan dua variabel indikator formula sebelumnya, yaitu openness (keterbukaan) dan variability (variabilitas). Kedua variabel ini, dijelaskannya, berhubungan dengan transparansi data pembayaran ekspor, impor dan volatilitas arus dana yang diusung negara di zona Eropa, dan Jepang.

"Para Menteri G20 juga menyambut baik perkembangan penguatan keuangan (resources) IMF untuk menjaga stabilitas global dan meningkatkan peran IMF di dalam pencegahan dan penanggulangan krisis," pungkasnya.

Sejak Juni lalu, telah terkumpul hampir USD461 miliar komitmen dari negara anggota untuk memperkuat keuangan IMF dan dari jumlah tersebut telah dilakukan perjanjian pemberian pinjaman kepada IMF sebesar USD286 miliar.

Indonesia, masih dikutip dari informasi tersebut, juga menyatakan agar pelaksanaan reformasi IMF termasuk penambahan modalitas harus dilakukan dalam kerangka penguatan surveillance global dalam jangka panjang dan untuk kepentingan seluruh negara anggota, termasuk negara-negara berkembang. (gna)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya