JAKARTA - PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) berencana melakukan diversifikasi pasar ke Asean seperti Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Usaha tersebut merupakan starategi yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan batu bara perseroan.
Menurut Direktur Utama BRAU Rosan Perkasa Roeslani, proses diversifikasi tersebut sebagai upaya penyeimbangan pasar China yang sekarang semakin menurun. Hingga saat ini, pasar ke China mengalami penurunan sebesar 36 persen, dibandingkan tahun lalu sebesar 46 persen.
"Diversifikasi tersebut dilakukan agar pasar batu bara menjadi seimbang, tidak di China saja. Melihat saat ini mengalami penurunan, pada 2013 kami akan lebih aktif ke Malaysia," katanya saat public expose, di Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan, saat ini pihaknya telah menandatangani kontrak dengan Malaysia untuk lima sampai tujuh tahun ke depan dengan kapasitas produksi 500 ribu sampai satu juta ton per tahun.
"Saat ini tujuan diversifikasi wilayah ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Namun saat ini baru beberapa negara yang seperti Malaysia yang sudah kontrak," jelasnya.
Sebagai informasi, produksi batu bara hingga akhir tahun mencapai 21 juta sampai 21,5 juta ton per tahun. Sedangkan untuk penjualan batu bara mencapai 21 juta ton per tahun.
Adapun target untuk tahun depan untuk produksi mencapai 23,5 juta ton per tahun, namun untuk penjualan mencapai 23 juta ton per tahun.