JAKARTA - Indonesia dikabarkan memberikan suntikan modal Rp25.928.353.500.000 alias sebesar Rp25 triliun ke Dana Moneter International (IMF). Namun, pemberian dana tersebut dibantah oleh pemerintah.
"Tidak ada (dana ke IMF), kalau dana yang terkait pinjaman ke IMF itu adalah dana yang ada pada pengelolaan Bank Indonesia (BI)," ujar Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (17/12/2012).
Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (FITRA) mencatat dana tersebut ditemukan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) pada semester I-2012. Dana ini tidak ditemukan dalam laporan anggaran sebelumnya.
Data tersebut, didapat saat laporan LKPP pada semester II-2012 atau semester I-2013 mendatang. Berikut penyertaan modal pemerintah Indonesia terhadap lembaga asing:
1. International Monetery Fund Rp25.871.090.700.00 (Rp25,8 triliun).
2. International Bank for Reconstuction Devepolment Rp39.174.200.000 (Rp39,17 miliar).
3. International Development Association Rp5.173.100.000 (Rp5,17 miliar).
4. Multilateral Investment Guarantee Agency Rp10.292.300.000 (Rp10,29 miliar).
5. Common Fund for commodities Rp2.623.100.000 (Rp2,62 miliar).
(Martin Bagya Kertiyasa)