JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) kembali menargetkan penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun tahun ini. Oktober 2012 lalu, PNM diketahui sudah mengeluarkan obligasi sebesar Rp500 miliar.
"Kalau disetujui pemegang saham, akan ada lagi penerbitan obligasi tahun ini sebesar Rp1 triliun," ungkap Direktur PNM Kemas Hasani, ketika menemui wartawan di Jakarta, Rabu (9/1/2013).
Demi mengembangkan ekspansi kantor cabangnya, PNM yang bergerak di bidang penyaluran dana bagi usaha mikro dan UMKM ini, kembali berniat menerbitkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp1 triliun. Obligasi ini, disebutkan Kemas, akan diterbitkan secara dua tahap.
"Kemungkinannya dua tahap sebesar Rp500 miliar. Tahap pertama direncanakan keluar Mei 2013 dan akhir tahun," tambahnya.
Jangka waktu obligasi ini, lanjut Kemas, direncanakan sekira tiga sampai lima tahun dengan bunga di bawah obligasi yang diterbitkan PNM sebelumnya.
"Kalau kemarin kan sekira 8,5-9 persen, sekarang pasti lebih rendah. Semoga bisa sekira delapan persen atau di bawahnya," jelas Kemas.
Selain menerbitkan obligasi, PNM memenuhi kebutuhan dananya yang di 2013 ini ditargetkan Rp4 triliun ini menggunakan medium term notes (MTN) dan pinjaman bank.
"Kita memenuhi kebutuhan dana dari pasar modal dan bank. Dari bank kita sudah mendapatkan pinjaman dari sekira 18 bank," tutupnya.
Sebelumnya, PNM menawarkan bunga obligasinya mencapai 9,1 persen. Jumlah total obligasi yang diterbitkan perseroan mencapai Rp500 miliar. Obligasi ini mendapat peringkat A dari Pefindo. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT Bahana Securities dan wali amanat adalah BRI.