JAKARTA - Nilai transaksi di seluruh pasar tradisional meningkat sampai 120 persen. Nilai transaksi tersebut diperoleh dari sejumlah komoditas baik pangan maupun nonpangan.
"Sekarang transaksinya sudah meningkat sampai 120 persen hampir semuanya. Produknya cabai, tomat, cabai keriting, dan segalanya. Kalau di Papua jualan ban mobil sama matras juga," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/1/2013).
Di samping itu, Gita juga menuturkan, pangsa pasar tradisional yang ditujukan untuk negara-negara kawasan Asia. Gita menyebut terjadi kenaikan meski base-nya kecil. "Kalau di Afrika 40 persen, 50 persen, atau sampai 350 persen. Tapi secara base-nya kecil," kata dia.
Adapun peningkatan pangsa pasar tradisional Indonesia dialami juga dibeberapa negara Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat (AS). "Secara umum meningkat. Timur Tengah, India, Pakistan, dan Amerika Latin," tukas dia.
Sekadar informasi, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk program revitalisasi pasar tradisional untuk 2012.
Dana yang ditetapkan pada 2012 ini mengalami penurunan dibandingkan alokasi revitalisasi pasar tradisional sebelumnya yang mencapai Rp650 miliar.
(Martin Bagya Kertiyasa)