JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengajak seluruh golongan masyarakat untuk menghemat energi. Pasalnya, menghemat energi listrik sebesar 1 megawatt (mw) lebih kecil memakan biaya daripada membangkitkan energi sebesar 1 mw.
"Menghemat energi efeknya sama, jadi 1 mw itu jadi selamat, kalau membangkitkan 1 mw baru itu capeknya dan biayanya tinggi. Tapi tapi kalau menghemat biayanya kecil," ujar Jero saat menghadiri diskusi panel bertajuk “Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM”, di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (17/2/2013).
Jero menambahkan, namun masyarakat Indonesia masih minim kesadaran dalam melakukan penghematan energi, padahal melakukan penghematan merupakan hal yang mudah. "Tetapi bangsa di dunia, terlebih bangsa kita jauh lebih sulit untuk menghemat, padahal menghemat itu biayanya kecil sekali," tambahnya.
“Contohnya saja, bila keluar kamar, matikan lampu. Air keran dimatikan, matikan listrik dan AC. Sebetulnya biayanya nol. Tapi susahnya minta ampun. Jadi kampanye-kampanye menghemat energi seperti ini harus digencarkan supaya rakyat Indonesia sadar pentingnya menghemat energi, kalau kita rajin menghemat energi, seluruh Indonesia tidak kekurangan energi," tegas Jero
Jero menjelaskan, menghemat energi bukan berarti melarang penggunaan energi. Pihaknya akan terus bekerja keras mencari sumber energi untuk bangsa ini. Sampai saat ini sudah ada 40.000 mw listrik yang sudah disalurkan untuk menerangi Indonesia, namun angka tersebut dipastikan tidak akan cukup karena negara ini akan terus berkembang sehingga kebutuhan listrik akan terus meningkat.
"Membangkitkan listrik salah satu tugas kita, kita punya listrik di kisaran 40.000 mw, setelah kita merdeka. Tapi masih kurang karena kebutuhan listrik naiknya eksponensial," pungkas Jero.
(Widi Agustian)