Pameran di Swiss, Kemendag Tak Patok Pungutan

Hendra Kusuma, Jurnalis
Rabu 20 Februari 2013 13:09 WIB
Gusmardi Bustami (Foto: Kemendag)
Share :

JAKARTA - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Gusmardi Bustami mengatakan acara pameran dagang terbesar dan tertua di Swiss Mustermesse Basel (MUBA) 2013 menjadi sarana pasar yang baik untuk produk-produk Indonesia.

"MUBA menjadi satu sarana untuk menyosialisasikan produk-produk yang kita pamerkan," kata Gusmardi, saat konferensi pers di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Gusmardi menyebut, bahwa pada pameran MUBA tahun lalu, paviliun Indonesia membukukan banyak transaksi sehingga menambah kontribusi bagi ekspor Indonesia. Karena itu pula, MUBA adalah tempat yang baik buat pengusaha.

"MUBA tempat yang baik untuk para eksportir dan importir serta pengusaha untuk aktif mempromosikan produknya," tambahnya.

Gusmardi menargetkan tahun ini dapat mempertahankan nilai ekpor yang mencapai USD192 miliar. Sebagai informasi, lewat pameran dagang tertua di Swiss ini, Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp6 miliar untuk membuat paviliun sendiri, tentu diharapkan pembiayaan ini bisa dimanfaatkan oleh pengusaha yang ikut pameran. Serta peserta pameran tidak dikenakan pungutan biaya, hanya membayar tiket dan penginapan.

"Tidak ada pungutan bagi pengusaha yang ikut pameran untuk dibiayai APBN. Peserta hanya membayar tiket dan penginapan saja," tutupnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya