JAKARTA - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Gusmardi Bustami mengatakan bahwa Nigeria menawarkan empat juta lahan pertanian bagi Indonesia. Salah satunya digunakan untuk perkebunan minyak kelapa sawit yang menghasilkan CPO.
"Ekspor ke Nigeria cukup besar, demand cukup tinggi, karena orang Afrika makanannya hampir semua digoreng," kata Gusmardi, saat usai konferensi pers, di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (20/2/2013).
Gusmardi juga mengakui bahwa Indonesia mengalami defisit impor dengan Nigeria yang berasal dari perkebunan dan kehutanan. Sedangkan Nigeria mengimpor minyak ke Indonesia.
"Ekspor ke Nigeria kira-kira USD500 juta, impor USD1,5 miliar, jadi masih minus," tambahnya.
Gusmardi juga menjelaskan bahwa biaya masuk impor ke Nigeria cukup tinggi sekira 30 persen. Oleh karena itu, Nigeria memberi iming-iming dengan memberikan tarif khusus jika Indonesia membangun di lahan yang disediakan.
"Jika kita bangun di sana kita bisa mengimpor dengan tarif khusus," tutupnya.