MAKASSAR - Memasuki tahun politik 2014 mendatang, banyak partai politik akan menawarkan posisi kepada para pengusaha. Tawaran tersebut harus diteliti secermat mungkin. Kalangan pengusaha diminta agar tidak cepat terpengaruh dengan iming-iming dari dunia politik.
"Kita melihat tahun politik akan datang. Kita pengusaha bisa lebih mencermati, ya jangan terlalu banyak kita ini pengusaha masuk ke dunia politik, (sehingga) akhirnya bisnis akan tertinggal," kata Chief Executive Office (CEO) Bosowa Corporation Erwin Aksa, kepada Okezone, di Makassar, Kamis (21/2/2013).
Erwin mewanti-wanti pengusaha yang belum siap, mapan, dan matang, jangan terlalu mencampur-adukkan bisnis dengan politik karena dikhawatirkannya nanti uang bisnis yang menjadi untung habis buat politik. Bisnis pun akhirnya tidak bisa ekspansi karena kehabisan modal.
Dimintanya, para pengusaha harus benar-benar menjaga diri. Jangan terpengaruh oleh iming-iming dari partai politik (untuk) masuk sini-masuk sana, terus uang habis dikeruk untuk biaya-biaya politik.
"Karena, begini, yang bisa diperas untuk berpolitik hari ini cuma pengusaha. Pengusaha jelas kan punya bisnis, punya permodalan, kalau (kalangan) yang lain susah sekarang ini," ucap Erwin.
Ditandaskan, pengusaha kalau tidak menahan diri, kalau tidak bisa menjaga diri untuk fokus berbisnis, lama-lama dunia usaha akan kehabisan pengusaha.
"Akibatnya nanti ekonomi malah kekurangan pengusaha," pungkas Erwin.