YOGYAKARTA - Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (Asita) DIY memboikot penerbangan Mandala Air dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Mereka mendatangi Kantor PT Angkasa Pura I di Yogyakarta, untuk meminta klarifikasi terhadap penerbangan Mandala Air yang besok akan melakukan penerbangan perdana.
Aksi boikot ini dilakukan Asita karena tidak pernah ada kejelasan dari managemen Mandala Air, terkait permasalahan penutupan penerbangan di 2011 silam. Hingga kini, Asita juga tidak pernah mendapatkan tembusan dan surat dari mandala Air terkait beroperasi lagi.
"Kita akan boikot Mandala Air, dan Asita tidak akan mau menjual tiket mereka," jelas wakil Ketua Asita DIY Bidang Ticketing Ahmad Sugiyono, Rabu (27/2/2013).
Menurutnya, penutupan Mandala Air karena masalah Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di 2011 masih menyisakan masalah. Total dana dari agen yang ada di DIY mencapai Rp960 juta. Ini terdiri dari uang deposit Rp261 juta, refund tiket Rp690 juta dan sisanya insentif dari Mandala kepada agen yang belum terbayarkan.
"Belum ada kejelasan masalah itu, lah ini kok tiba-tiba mau terbang lagi," ujar pemilik Gemaharomas Tour and Travel.
Secara prinsip, Asita justru mendukung dan menyambut baik dengan adanya penerbangan ini. Asalkan semuanya dilakukan dengan tanggungjawab dengan travel agen maupun kepada masyarakat. Idealnya mereka menyelesaikan tunggakan yang ada, baru melakukan kerjasama lagi.
Masyarakat juga harus memahami kondisi yang ada. Jika mau agen menjual pasti akan ada kesan agen telah mendapatkan pengembalian. Masyarakat yang dulu menjadi korban pasti akan meminta hak kepada agen. Padahal ini tidak pernah ada.
Masyarakat, imbuhnya juga harus mengetahui dengan adanya tiket Mandala masih mengandung risiko. Selama ini 80 persen penjualan tiket pesawat mengandalkan dari agen. Dengan penolakan ini, pasti mereka akan kesulitan menjual sendiri, dengan sistem internet. Ujung-ujungnya operasional akan tinggi dan mereka terancam tidak bisa beroperasi.
"Masyarakat harus tahu itu, agar tidak mudah membeli tiket," tegasnya.