JAKARTA - Head of Public Affairs PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid mengatakan produk hortikultura nasional meningkat 10 persen penyediaan di Gerai-gerai Carrefour.
"Awal secara keseluruhan porsinya 40 persen untuk lokal dan 60 persen untuk impor. Saat ini meningkat signifikan 10 persen menjadi 50 persen dan persentasenya 50 persen produk lokal dan 50 persen produk impor," kata Satria, saat Konferensi Pers, di Gerai Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (3/4/2013).
Satria melanjutkan, pihaknya akan terus mengkampanyekan kepada konsumen untuk terus mengkonsumsi produk-produk hortikultura nasional. Satria melanjutkan, effect yang diterima oleh para petani lebih terasa positif karena petani hortikultura akan meningkatkan produksinya atas meningkatnya persentasi kebutuhan produk hortikultura nasional di gerai Carrefour.
"Peningkatan untuk produk hortikultura sekira 70-80 persen. Ini yang harus diambil kesempatannya oleh para petani, distribusinya harus disesuaikan dan cocok tanamnya," jelasnya.
Selain itu, sistem kerjasama antara petani dengan Carrefour dengan sistem transparan di mana dibicarakan di awal, lalu kontrak kerja, dan sampai akhirnya menemui kesepakatan.
"Kami hanya mengharmonisasikan yang lokal dengan yang impor, tidak perlu dari satu wilayah, dengan di-mix, dan kami sebagai retailer menyediakan apapun kebutuhan, ada yang lokal ada juga yang impor," tutupnya.
Sebelumnya, Trans Retail Indonesia (Carrefour) hari ini menggelar Kampung Carrefour "Farmers Week 2013". Carrefour meresmikan 2 produk Carrefour Quality Line (CQL) dengan kualitas di atas standar pasar. Dengan adanya pasar tersebut, nantinya masyarakat dapat membeli aneka produk segar berkualitas yang tersedia di 80 gerai Carrefour seluruh Indonesia mulai 27 Maret hingga 9 April 2013.
"Saat ini kita meresmikan dua produk Carrefour Quality Line (CQL) yakni apel malang dan salak pondoh super, yang tentunya berkualitas di atas standar pasar," tambah Presiden Direktur PT Trans Retail Indonesia Shafie Syamsuddin Jakarta,