JAKARTA - Kementerian ESDM tengah mempertimbangkan usulan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk memberikan sepenuhnya kepemilikan Blok Mahakam, Kalimantan Timur yang habis pada 2017 kepada PT Pertamina (Persero). Namun, Pertamina juga harus menghitung besaran investasi di blok tersebut.
"Jadi dievaluasi, apakah akan lanjutkan seperti kemarin, atau usulan baru kita ambil alih semua. Nah, sekarang sedang hitung, minta Pertamina minta hitung yang jernih," kata Menteri ESDM Jero Wacik saat ditemui di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Jero mengatakan, saat ini produksi di Blok Mahakam sudah mengalami penurunan sehingga perlu menghitung nilai keekonomisan apabila diambil Pertamina seluruhnya maupun sebagian. Akan tetapi, jika Pertamina mempunyai share terbesar di blok tersebut, maka harus ada masa transisi pengelolaan dalam waktu lima tahun.
"Jadi tadinya 50-50 kita berapa, misalnya mereka minta 51 persen, kita 49 persen begitu kan mau enggak, tapi dia tetap operator. Bikin masa transisi lima tahun sambil Pertamina belajar sendiri, dan setelah itu bertahap kita semua," ujar Jero.
Menurutnya, saat ini tengah dilakukan koordinasi dengan Kementerian BUMN untuk memutuskan perpanjangan Blok Mahakam. Dia menjelaskan, keputusan ini akan keluar sebelum pergantian kabinet tahun depan.
"Kemarin sudah komunikasi dengan Pak Dahlan, kita sudah koordinasi dengan pemerintah. Di sini saya menteri ESDM, last word-nya dari saya, jadi saya laporkan dulu, kita bahas kompromi, harus jernih," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)